<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Enina's Weblog</title>
	<atom:link href="http://enina.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://enina.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 Nov 2008 05:35:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='enina.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Enina's Weblog</title>
		<link>http://enina.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://enina.wordpress.com/osd.xml" title="Enina&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://enina.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>pU isi</title>
		<link>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/pu-isi/</link>
		<comments>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/pu-isi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 05:35:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enina.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[matahari itu terbit dengan kepercayaan diri yang seakan tak pernah surut disudut jalan ini aku memandangnya seakan iri namun hanya ada kepasrahan yang mengundang kerendahan diri semakin dalam apa yang salah dengan diriku? mungkinkah aku terlalu sulit untuk dipahami walau telah banyak ilmu yang ditemukan manusia untuk mengerti dunia sepertiku aku tak punya mulut untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enina.wordpress.com&amp;blog=4817950&amp;post=22&amp;subd=enina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>matahari itu terbit dengan kepercayaan diri yang seakan tak pernah surut</p>
<p>disudut jalan ini aku memandangnya seakan iri</p>
<p>namun hanya ada kepasrahan yang mengundang kerendahan diri semakin dalam</p>
<p>apa yang salah dengan diriku?</p>
<p>mungkinkah aku terlalu sulit untuk dipahami</p>
<p>walau telah banyak ilmu yang ditemukan manusia untuk mengerti dunia sepertiku</p>
<p>aku tak punya mulut untuk mengadu</p>
<p>tak punya kuasa untuk membuat mereka mengerti</p>
<p>tapi apa mereka tak bisa merasakan sedih dan tangisku?</p>
<p>walau  bertahun-tahun telah terbuang begitu saja</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enina.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enina.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enina.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enina.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enina.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enina.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enina.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enina.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enina.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enina.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enina.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enina.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enina.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enina.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enina.wordpress.com&amp;blog=4817950&amp;post=22&amp;subd=enina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/pu-isi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24de7417305fc1ffcd13652ad004a832?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">enina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>psikologi</title>
		<link>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/psikologi/</link>
		<comments>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/psikologi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 05:11:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enina.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Psikologi adalah ilmu yang tergolong muda (sekitar akhir 1800an.) Tetapi, manusia di sepanjang sejarah telah memperhatikan masalah psikologi. Seperti filsuf yunani terutama Plato dan Aristoteles. Setelah itu St. Augustine (354-430) dianggap tokoh besar dalam psikologi modern karena perhatiannya pada intropeksi dan keingintahuannya tentang fenomena psikologi. Descartes (1596-1650) mengajukan teori bahwa hewan adalah mesin yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enina.wordpress.com&amp;blog=4817950&amp;post=23&amp;subd=enina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span class="mw-headline">Sejarah</span></h2>
<p>Psikologi adalah <a title="Ilmu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu">ilmu</a> yang tergolong muda (sekitar akhir 1800an.) Tetapi, manusia di sepanjang <a title="Sejarah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah">sejarah</a> telah memperhatikan masalah psikologi. Seperti filsuf yunani terutama <a title="Plato" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plato">Plato</a> dan <a title="Aristoteles" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aristoteles">Aristoteles</a>. Setelah itu <a class="new" title="St. Augustine (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=St._Augustine&amp;action=edit&amp;redlink=1">St. Augustine</a> (354-430) dianggap tokoh besar dalam psikologi modern karena perhatiannya pada intropeksi dan keingintahuannya tentang <a title="Fenomena" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fenomena">fenomena</a> psikologi. <a title="Rene Descartes" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rene_Descartes">Descartes</a> (1596-1650) mengajukan <a title="Teori" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teori">teori</a> bahwa <a title="Hewan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hewan">hewan</a> adalah <a title="Mesin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesin">mesin</a> yang dapat dipelajari sebagaimana <a title="Mesin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesin">mesin</a> lainnya. Ia juga memperkenalkan konsep kerja <a title="Refleks" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Refleks">refleks</a>. Banyak ahli <a title="Filsafat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat">filsafat</a> terkenal lain dalam <a title="Abad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad">abad</a> tujuh belas dan delapan belas—<a class="new" title="Leibnits (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Leibnits&amp;action=edit&amp;redlink=1">Leibnits</a>, <a class="new" title="Hobbes (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hobbes&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hobbes</a>, <a title="Locke" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Locke">Locke</a>, <a class="mw-redirect" title="Kant" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kant">Kant</a>, dan <a class="new" title="Hume (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hume&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hume</a>—memberikan sumbangan dalam bidang psikologi. Pada waktu itu psikologi masih berbentuk wacana belum menjadi ilmu pengetahuan.</p>
<p><a id="Psikologi_kontemporer" name="Psikologi_kontemporer"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Psikologi kontemporer" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi&amp;action=edit&amp;section=2">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Psikologi kontemporer</span></h3>
<p>Diawali pada abad ke 19, dimana saat itu berkembang 2 teori dalam menjelaskan tingkah laku, yaitu:</p>
<dl>
<dt>Psikologi Fakultas </dt>
<dd>Psikologi fakultas adalah <a class="new" title="Doktrin (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Doktrin&amp;action=edit&amp;redlink=1">doktrin</a> abad 19 tentang adanya kekuatan mental bawaan, menurut teori ini, kemampuan psikologi terkotak-kotak dalam beberapa ‘fakultas’ yang meliputi: berpikir, merasa dan berkeinginan. Fakultas ini terbagi lagi menjadi beberapa subfakultas: kita mengingat melalui subfakultas <a title="Ingatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ingatan">memori</a>, pembayangan melalui subfakultas imaginer, dan sebagainya.</dd>
<dt>Psikologi Asosiasi </dt>
<dd>Bagian dari psikologi kontemporer abad 19 yang mempercayai bahwa proses psikologi pada dasarnya adalah ‘asosiasi ide.’ Dimana ide masuk melalui <a title="Indera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indera">alat indera</a> dan diasosiasikan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu seperti kemiripan, kontras, dan kedekatan.</dd>
</dl>
<p>Dalam perkembangan ilmu psikologi kemudian, ditandai dengan berdirinya <a title="Laboratorium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laboratorium">laboratorium</a> psikologi oleh <a class="new" title="Wundt (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wundt&amp;action=edit&amp;redlink=1">Wundt</a> (<a title="1879" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1879">1879</a>) Pada saat itu pengkajian psikologi didasarkan atas <a title="Metode ilmiah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah">metode ilmiah</a> (<a class="new" title="Eksperimental (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Eksperimental&amp;action=edit&amp;redlink=1">eksperimental</a>) Juga mulai diperkenalkan metode intropeksi, eksperimen, dsb. Beberapa sejarah yang patut dicatat antara lain:</p>
<ul>
<li>F. Galton &gt; merintis test psikologi.</li>
<li><a title="Charles Darwin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Charles_Darwin">Charles Darwin</a> &gt; memulai melakukan komparasi dengan binatang.</li>
<li>A. Mesmer &gt; merintis penggunaan hipnosis</li>
<li><a title="Sigmund Freud" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sigmund_Freud">Sigmund Freud</a> &gt; merintis psikoanalisa</li>
</ul>
<p><a id="Psikologi_sebagai_ilmu_pengetahuan" name="Psikologi_sebagai_ilmu_pengetahuan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Psikologi sebagai ilmu pengetahuan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi&amp;action=edit&amp;section=3">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Psikologi sebagai ilmu pengetahuan</span></h3>
<p>Walaupun sejak dulu telah ada pemikiran tentang ilmu yang mempelajari manusia dalam kurun waktu bersamaan dengan adanya pemikiran tentang ilmu yang mempelajari alam, akan tetapi karena kekompleksan dan kedinamisan manusia untuk dipahami, maka psikologi baru tercipta sebagai ilmu sejak akhir 1800-an yaitu sewaktu <a class="new" title="Wilhem Wundt (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wilhem_Wundt&amp;action=edit&amp;redlink=1">Wilhem Wundt</a> mendirikan laboratorium psikologi pertama didunia.</p>
<dl>
<dt>Laboratorium Wundt</dt>
</dl>
<p>Pada tahun <a title="1879" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1879">1879</a> Wilhem Wundt mendirikan laboratorium Psikologi pertama di <em>University of Leipzig</em>, <a title="Jerman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman">Jerman</a>. Ditandai oleh berdirinya laboratorium ini, maka <a title="Metode ilmiah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah">metode ilmiah</a> untuk lebih mamahami <a title="Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">manusia</a> telah ditemukan walau tidak terlalu memadai. dengan berdirinya laboratorium ini pula, lengkaplah syarat psikologi untuk menjadi <a class="mw-redirect" title="Ilmu pengetahuan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_pengetahuan">ilmu pengetahuan</a>, sehingga tahun berdirinya laboratorium Wundt diakui pula sebagai tanggal berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan.</p>
<dl>
<dt>Berdirinya Aliran Psikoanalisa</dt>
<dt>Berdirinya Aliran Behavioris</dt>
<dt>Berdirinya Aliran Fenomenologis</dt>
</dl>
<p><a id="Fungsi_psikologi_sebagai_ilmu" name="Fungsi_psikologi_sebagai_ilmu"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Fungsi psikologi sebagai ilmu" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi&amp;action=edit&amp;section=4">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Fungsi psikologi sebagai ilmu</span></h2>
<p>Psikologi memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu:</p>
<dl>
<dt>Menjelaskan</dt>
<dd>Yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat <a class="new" title="Deskriptif (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Deskriptif&amp;action=edit&amp;redlink=1">deskriptif</a>.</dd>
<dt>Memprediksikan</dt>
<dd>Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa <a class="new" title="Prognosa (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Prognosa&amp;action=edit&amp;redlink=1">prognosa</a>, <a class="new" title="Prediksi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Prediksi&amp;action=edit&amp;redlink=1">prediksi</a> atau <a class="new" title="Estimasi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Estimasi&amp;action=edit&amp;redlink=1">estimasi</a>.</dd>
<dt>Pengendalian</dt>
<dd>Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa <a class="new" title="Tindakan (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tindakan&amp;action=edit&amp;redlink=1">tindakan</a> yang sifatnya <a class="new" title="Prevensi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Prevensi&amp;action=edit&amp;redlink=1">prevensi</a> atau pencegahan, <a class="new" title="Intervesi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Intervesi&amp;action=edit&amp;redlink=1">intervesi</a> atau <em>treatment</em> serta <a class="new" title="Rehabilitasi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rehabilitasi&amp;action=edit&amp;redlink=1">rehabilitasi</a> atau perawatan.</dd>
</dl>
<p><a id="Pendekatan_Psikologi" name="Pendekatan_Psikologi"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Pendekatan Psikologi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi&amp;action=edit&amp;section=5">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pendekatan Psikologi</span></h2>
<p><a class="new" title="Perilaku (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perilaku&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tingkah laku</a> dapat dijelaskan dengan cara yang berbeda-beda, dalam psikologi sedikitnya ada 5 cara pendekatan, yaitu</p>
<p><a id="Pendekatan_neurobiologis" name="Pendekatan_neurobiologis"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Pendekatan neurobiologis" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi&amp;action=edit&amp;section=6">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pendekatan neurobiologis</span></h3>
<p>Tingkah laku manusia pada dasarnya dikendalikan oleh aktivitas <a title="Otak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otak">otak</a> dan <a class="mw-redirect" title="Sistem syaraf" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_syaraf">sistem syaraf</a>. Pendekatan <a class="new" title="Neurobiologis (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Neurobiologis&amp;action=edit&amp;redlink=1">neurobiologis</a> berupaya mengaitkan perilaku yang terlihat dengan <a class="new" title="Impuls (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Impuls&amp;action=edit&amp;redlink=1">impuls</a> <a title="Listrik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Listrik">listrik</a> dan <a title="Kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia">kimia</a> yang terjadi didalam <a title="Tubuh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tubuh">tubuh</a> serta menentukan proses neurobiologi yang mendasari perilaku dan proses <a class="new" title="Mental (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mental&amp;action=edit&amp;redlink=1">mental</a>.</p>
<p><a id="Pendekatan_perilaku" name="Pendekatan_perilaku"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Pendekatan perilaku" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi&amp;action=edit&amp;section=7">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pendekatan perilaku</span></h3>
<p>Menurut pendekatan <a title="Behaviorisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Behaviorisme">perilaku</a>, pada dasarnya tingkah laku adalah <a title="Respon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Respon">respon</a> atas <a title="Rangsang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rangsang">stimulus</a> yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S &#8211; R atau suatu kaitan Stimulus &#8211; Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali. Pendekatan ini dipelopori oleh <a class="new" title="J.B. Watson (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=J.B._Watson&amp;action=edit&amp;redlink=1">J.B. Watson</a> kemudian dikembangkan oleh banyak ahli, seperti <a class="new" title="B.F.Skinner (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=B.F.Skinner&amp;action=edit&amp;redlink=1">B.F.Skinner</a>, dan melahirkan banyak sub-aliran.</p>
<p><a id="Pendekatan_kognitif" name="Pendekatan_kognitif"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Pendekatan kognitif" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi&amp;action=edit&amp;section=8">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pendekatan kognitif</span></h3>
<p>Pendekatan <a title="Psikologi kognitif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_kognitif">kognitif</a> menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana <a class="new" title="Individu (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Individu&amp;action=edit&amp;redlink=1">individu</a> (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.</p>
<p><a id="Pendekatan_psikoanalisa" name="Pendekatan_psikoanalisa"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Pendekatan psikoanalisa" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi&amp;action=edit&amp;section=9">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pendekatan psikoanalisa</span></h3>
<p>Pendekatan <a class="new" title="Psikoanalisa (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikoanalisa&amp;action=edit&amp;redlink=1">psikoanalisa</a> dikembangkan oleh <a title="Sigmund Freud" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sigmund_Freud">Sigmund Freud</a>. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh <a class="new" title="Alam bawah sadar (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alam_bawah_sadar&amp;action=edit&amp;redlink=1">alam bawah sadar</a>. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau <a title="Motivasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Motivasi">dorongan</a>. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.</p>
<p><a id="Pendekatan_fenomenologi" name="Pendekatan_fenomenologi"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Pendekatan fenomenologi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi&amp;action=edit&amp;section=10">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pendekatan fenomenologi</span></h3>
<p>Pendekatan <a class="new" title="Psikologi humanistik (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi_humanistik&amp;action=edit&amp;redlink=1">fenomenologi</a> ini lebih memperhatikan pada pengalaman <a class="new" title="Subyektif (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Subyektif&amp;action=edit&amp;redlink=1">subyektif</a> individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut <a title="Kesadaran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesadaran">kesadaran</a> atau <a title="Aktualisasi diri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aktualisasi_diri">aktualisasi dirinya</a>. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.</p>
<p><a id="Kajian_psikologi" name="Kajian_psikologi"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Kajian psikologi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi&amp;action=edit&amp;section=11">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Kajian psikologi</span></h2>
<p>Psikologi adalah ilmu yang luas dan ambisius, dilengkapi oleh <a title="Biologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi">biologi</a> dan <a class="new" title="Ilmu saraf (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ilmu_saraf&amp;action=edit&amp;redlink=1">ilmu saraf</a> pada perbatasannya dengan <a title="Ilmu alam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_alam">ilmu alam</a> dan dilengkapi oleh <a title="Sosiologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi">sosiologi</a> dan <a class="new" title="Anthropologi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Anthropologi&amp;action=edit&amp;redlink=1">anthropologi</a> pada perbatasannya dengan <a title="Ilmu sosial" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_sosial">ilmu sosial</a>. Beberapa kajian ilmu psikologi diantaranya adalah:</p>
<p><a id="Psikologi_perkembangan" name="Psikologi_perkembangan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Psikologi perkembangan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi&amp;action=edit&amp;section=12">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Psikologi perkembangan</span></h3>
<dl>
<dd>
<div id="catmore" class="boilerplate"><a class="image" title="!" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_Clear_app_xmag.png"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" border="0" alt="!" width="20" height="20" /></a><em>Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Psikologi perkembangan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_perkembangan">psikologi perkembangan</a></em></div>
</dd>
</dl>
<p>Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktor-faktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai <a class="new" title="Lanjut usia (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lanjut_usia&amp;action=edit&amp;redlink=1">lanjut usia</a>. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan <a class="new" title="Psikologi sosial (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi_sosial&amp;action=edit&amp;redlink=1">psikologi sosial</a>, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya <a title="Interaksi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi">interaksi</a> <a title="Sosial" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sosial">sosial</a>. Dan juga berkaitan erat dengan <a class="new" title="Psikologi kepribadian (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi_kepribadian&amp;action=edit&amp;redlink=1">psikologi kepribadian</a>, karena perkembangan individu dapat membentuk <a class="new" title="Kepribadian (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kepribadian&amp;action=edit&amp;redlink=1">kepribadian</a> khas dari <a class="new" title="Individu (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Individu&amp;action=edit&amp;redlink=1">individu</a> tersebut.</p>
<p><a id="Psikologi_sosial" name="Psikologi_sosial"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Psikologi sosial" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi&amp;action=edit&amp;section=13">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Psikologi sosial</span></h3>
<dl>
<dd>
<div id="catmore" class="boilerplate"><a class="image" title="!" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_Clear_app_xmag.png"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" border="0" alt="!" width="20" height="20" /></a><em>Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a class="new" title="Psikologi sosial (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi_sosial&amp;action=edit&amp;redlink=1">psikologi sosial</a></em></div>
</dd>
</dl>
<p>bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :</p>
<ol>
<li>studi tentang pengaruh <a title="Sosial" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sosial">sosial</a> terhadap proses individu, misalnya : studi tentang <a title="Persepsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Persepsi">persepsi</a>, <a title="Motivasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Motivasi">motivasi</a> proses belajar, <a class="new" title="Atribusi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Atribusi&amp;action=edit&amp;redlink=1">atribusi</a> (sifat)</li>
<li>studi tentang proses-proses individual bersama, seperti <a title="Bahasa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa">bahasa</a>, <a class="new" title="Sikap sosial (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sikap_sosial&amp;action=edit&amp;redlink=1">sikap sosial</a>, <a class="new" title="Perilaku meniru (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perilaku_meniru&amp;action=edit&amp;redlink=1">perilaku meniru</a> dan lain-lain</li>
<li>studi tentang interaksi kelompok, misalnya : <a title="Kepemimpinan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan">kepemimpinan</a>, <a title="Komunikasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi">komunikasi</a> hubungan kekuasaan, <a class="new" title="Kerja tim (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kerja_tim&amp;action=edit&amp;redlink=1">kerjasama</a> dalam kelompok, <a class="new" title="Persaingan (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Persaingan&amp;action=edit&amp;redlink=1">persaingan</a>, <a title="Konflik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik">konflik</a></li>
</ol>
<p><a id="Psikologi_kepribadian" name="Psikologi_kepribadian"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Psikologi kepribadian" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi&amp;action=edit&amp;section=14">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Psikologi kepribadian</span></h3>
<dl>
<dd>
<div id="catmore" class="boilerplate"><a class="image" title="!" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_Clear_app_xmag.png"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" border="0" alt="!" width="20" height="20" /></a><em>Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a class="new" title="Psikologi kepribadian (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi_kepribadian&amp;action=edit&amp;redlink=1">psikologi kepribadian</a></em></div>
</dd>
</dl>
<p>Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam <a class="new" title="Menyesuaikan diri (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Menyesuaikan_diri&amp;action=edit&amp;redlink=1">menyesuaikan diri</a> dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan <a title="Psikologi perkembangan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_perkembangan">psikologi perkembangan</a> dan <a class="new" title="Psikologi sosial (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi_sosial&amp;action=edit&amp;redlink=1">psikologi sosial</a>, karena <a class="new" title="Kepribadian (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kepribadian&amp;action=edit&amp;redlink=1">kepribadian</a> adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya.</p>
<p><a id="Psikologi_kognitif" name="Psikologi_kognitif"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Psikologi kognitif" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi&amp;action=edit&amp;section=15">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Psikologi kognitif</span></h3>
<dl>
<dd>
<div id="catmore" class="boilerplate"><a class="image" title="!" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_Clear_app_xmag.png"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" border="0" alt="!" width="20" height="20" /></a><em>Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Psikologi kognitif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_kognitif">psikologi kognitif</a></em></div>
</dd>
</dl>
<p>Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan <a title="Kognisi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kognisi">kognisi</a>, seperti: <a title="Persepsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Persepsi">Persepsi</a>, proses <a title="Belajar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belajar">belajar</a>, kemampuan <a class="mw-redirect" title="Memori" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Memori">memori</a>, <a title="Atensi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atensi">atensi</a>, kemampuan <a title="Bahasa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa">bahasa</a> dan <a title="Emosi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Emosi">emosi</a>.</p>
<p><a id="Wilayah_terapan_psikologi" name="Wilayah_terapan_psikologi"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Wilayah terapan psikologi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi&amp;action=edit&amp;section=16">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Wilayah terapan psikologi</span></h2>
<p>Wilayah terapan psikologi adalah wilayah-wilayah dimana <a class="new" title="Kajian (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kajian&amp;action=edit&amp;redlink=1">kajian</a> psikologi dapat diterapkan. walaupun demikian, belum terbiasanya orang-orang <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> dengan <a title="Spesialisasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spesialisasi">spesialisasi</a> membuat wilayah terapan ini <a class="new" title="Rancu (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rancu&amp;action=edit&amp;redlink=1">rancu</a>, misalnya, seorang ahli psikologi <a title="Pendidikan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan">pendidikan</a> mungkin saja bekerja pada <a class="new" title="HRD (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=HRD&amp;action=edit&amp;redlink=1">HRD</a> sebuah <a title="Perusahaan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan">perusahaan</a>, atau sebaliknya.</p>
<p><a id="Psikologi_pendidikan" name="Psikologi_pendidikan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Psikologi pendidikan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi&amp;action=edit&amp;section=17">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Psikologi pendidikan</span></h3>
<p>Psikologi pendidikan adalah perkembangan dari <a title="Psikologi perkembangan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_perkembangan">psikologi perkembangan</a> dan <a class="new" title="Psikologi sosial (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi_sosial&amp;action=edit&amp;redlink=1">psikologi sosial</a>, sehingga hampir sebagian besar teori-teori dalam psikologi perkembangan dan psikologi sosial digunakan di psikologi pendidikan. Psikologi pendidikan mempelajari bagaimana <a title="Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">manusia</a> <a title="Belajar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belajar">belajar</a> dalam setting <a title="Pendidikan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan">pendidikan</a>, keefektifan sebuah <a class="new" title="Pengajaran (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pengajaran&amp;action=edit&amp;redlink=1">pengajaran</a>, cara mengajar, dan pengelolaan organisasi sekolah.</p>
<p><a id="Psikologi_sekolah" name="Psikologi_sekolah"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Psikologi sekolah" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi&amp;action=edit&amp;section=18">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Psikologi sekolah</span></h3>
<p>Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan <a class="new" title="Akademik (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Akademik&amp;action=edit&amp;redlink=1">akademik</a>, sosialisasi, dan emosi.</p>
<p><a id="Psikologi_industri_dan_organisasi" name="Psikologi_industri_dan_organisasi"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Psikologi industri dan organisasi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi&amp;action=edit&amp;section=19">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Psikologi industri dan organisasi</span></h3>
<p><a class="new" title="Psikologi industri (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi_industri&amp;action=edit&amp;redlink=1">Psikologi industri</a> memfokuskan pada menggembangan, mengevaluasi dan memprediksi <a title="Kinerja" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kinerja">kinerja</a> suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh <a class="new" title="Individu (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Individu&amp;action=edit&amp;redlink=1">individu</a>, sedangkan <a class="new" title="Psikologi organisasi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi_organisasi&amp;action=edit&amp;redlink=1">psikologi organisasi</a> mempelajari bagaimana suatu <a title="Organisasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi">organisasi</a> memengaruhi dan berinteraksi dengan anggota-anggotanya.</p>
<p><a id="Psikologi_kerekayasaan" name="Psikologi_kerekayasaan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Psikologi kerekayasaan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi&amp;action=edit&amp;section=20">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Psikologi kerekayasaan</span></h3>
<p>Penerapan psikologi yang berkaitan dengan <a title="Interaksi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi">interaksi</a> antara manusia dan <a title="Mesin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesin">mesin</a> untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (<em>human error</em>).</p>
<p><a id="Psikologi_klinis" name="Psikologi_klinis"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Psikologi klinis" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi&amp;action=edit&amp;section=21">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Psikologi klinis</span></h3>
<p>Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami, mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang <a class="new" title="Normal (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Normal&amp;action=edit&amp;redlink=1">normal</a>.</p>
<p><a id="Salah_Kaprah_Tentang_Psikologi" name="Salah_Kaprah_Tentang_Psikologi"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Salah Kaprah Tentang Psikologi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi&amp;action=edit&amp;section=22">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Salah Kaprah Tentang Psikologi</span></h2>
<dl>
<dt>Psikologi Bukan Ilmu Pengetahuan</dt>
<dd>Psikologi telah memiliki syarat untuk dapat berdiri sendiri sebagai ilmu pengetahuan terlepas dari <a title="Filsafat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat">Filsafat</a>. <em>(Syarat Ilmu Pengetahuan: Memiliki objek (Tingkah laku), memiliki metode penelitian (sejak laboratorium Wundt didirikan psikologi telah membuktikan memiliki metode ilmiah), sistematis,dan bersifat universal.</em></dd>
</dl>
<p><em>Lihat keterangan lebih lanjut dari bahasan ini dalam artikel <a title="Kontroversi ilmu psikologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kontroversi_ilmu_psikologi">Kontroversi ilmu psikologi</a>.</em></p>
<dl>
<dt>Salah penggolongan</dt>
<dd>Berbagai hal yang berbau kepribadian sering dimasukan kedalam psikologi, semisal: ramalan-ramalan seputar kepribadian (<a class="new" title="Palmistry (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Palmistry&amp;action=edit&amp;redlink=1">palmistry</a>, <a class="new" title="Chirology (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Chirology&amp;action=edit&amp;redlink=1">chirology</a>, dll.) sehingga terbentuk pandangan tentang psikologi bukanlah ilmu pengetahuan.</dd>
<dt>Terjebak dengan kata <em>Psikotes</em></dt>
<dd>Psikologi bukan hanya psikotes, tetapi inilah bagian dari psikologi yang paling <a class="new" title="Populer (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Populer&amp;action=edit&amp;redlink=1">populer</a> di <a title="Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a>. Banyak kalangan yang sinis dengan psikologi karena <a class="new" title="Psikotes (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikotes&amp;action=edit&amp;redlink=1">psikotes</a>, bagaimana <a title="Psikolog" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Psikolog">psikolog</a> dapat memvonis <a class="new" title="Potensi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Potensi&amp;action=edit&amp;redlink=1">potensi</a> seseorang dengan hanya serangkaian tes. Sesungguhnya masih banyak <a class="new" title="Metode (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metode&amp;action=edit&amp;redlink=1">metode</a> lain yang dapat digunakan, akan tetapi seringkali metode ini dipilih untuk alasan efisiensi.</dd>
<dt>Psikologi melakukan dehumanisasi</dt>
<dd>Kebalikannya, psikologi memandang setiap <a class="new" title="Individu (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Individu&amp;action=edit&amp;redlink=1">individu</a> adalah unik, bahkan psikotes dilakukan untuk lebih memahami keunikan dari setiap individu. Justru, kalangan yang menyamaratakan setiap individu secara tidak langsung memvonis manusia adalah robot (<a class="new" title="Dehumanisasi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dehumanisasi&amp;action=edit&amp;redlink=1">dehumanisasi</a>) yang tidak memiliki keunikan satu sama lainnya.</dd>
<dt>Parapsikologi bagian dari Psikologi</dt>
<dd><a class="new" title="Parapsikologi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Parapsikologi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Parapsikologi</a> walaupun terdapat nama psikologi bukanlah psikologi ataupun cabang dari ilmu psikologi. Parapsikologi berkembang tersendiri terlepas dari psikologi. Parapsikologi mempelajari semua hal yang berhubungan dengan manusia dan pikirannya (dalam hal ini, sebagian besar dengan ramalan) sedangkan psikologi hanya mempelajari tingkah laku manusia yang dapat dilihat (observerble) dan dapat diukur (measureable).</dd>
</dl>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enina.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enina.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enina.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enina.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enina.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enina.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enina.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enina.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enina.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enina.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enina.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enina.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enina.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enina.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enina.wordpress.com&amp;blog=4817950&amp;post=23&amp;subd=enina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/psikologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24de7417305fc1ffcd13652ad004a832?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">enina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>seni tari</title>
		<link>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/seni-tari/</link>
		<comments>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/seni-tari/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 05:05:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enina.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[25 Agustus 2008&#8230;3:27 pm Jadi Duta Seni Pelajar Lompat ke Komentar Namanya Sandidhea Cahyo. Siswa kelas 12 SMAN 5 Malang ini mengantongi prestasi luar biasa di bidang seni. Diantaranya, Juara Umum Ludruk Remaja tingkat Jawa Timur, 15 terbaik Jelajah Budaya Jatim, dan yang terbaru Duta Seni Pelajar se Jawa Bali. Di ajang yang terakhir itu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enina.wordpress.com&amp;blog=4817950&amp;post=20&amp;subd=enina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4>25 Agustus 2008&#8230;3:27 pm</h4>
<h2>Jadi Duta Seni Pelajar</h2>
<p><span class="jump"><a href="http://malangraya.web.id/2008/08/25/jadi-duta-seni-pelajar/#comments">Lompat ke Komentar</a></span></p>
<div class="snap_preview">
<p><img class="alignright size-full wp-image-2138" src="http://indonesianic.files.wordpress.com/2008/08/sandidhea.gif?w=200&amp;h=286" alt="" width="200" height="286" />Namanya Sandidhea Cahyo. Siswa kelas 12 SMAN 5 Malang ini mengantongi prestasi luar biasa di bidang seni. Diantaranya, Juara Umum Ludruk Remaja tingkat Jawa Timur, 15 terbaik Jelajah Budaya Jatim, dan yang terbaru Duta Seni Pelajar se Jawa Bali. Di ajang yang terakhir itu, Dhea berhasil meraih gelar penampil terbaik. Berkecimpung di dunia seni sudah dilakukannya sejak masih TK. Kesenian yang paling disukainya adalah seni tari.</p>
<p>“Saya semakin menyukai tari karena anak muda jarang yang mau melestarikan budaya tari ini. Dan tidak banyak cowok yang suka dengan tari tradisional,” ungkap Dhea.</p>
<p>Baginya, menari bukan hanya untuk perempuan. Sebab ada tarian yang memerankan tokoh laki-laki. Seperti tari remo, tari topeng bapang dan masih banyak lagi. Saat menjadi duta seni pelajar se Jawa Bali, Dhea membawakan tari Purboretno Sayembara. Tarian itu mengisahkan sosok panji yang mengikuti sayembara. Hingga akhirnya bisa menjadi Senopati. Lakon-lakon yang dimainkan ini baginya sangat menantang. Di setiap tarian selalu ada pesan yang bisa diambil hikmahnya.</p>
<p>“Tidak benar kalau menari hanya untuk perempuan saja. Dan, meski suka menari tidak berpengaruh pada kepribadian saya yang lantas menjadi kemayu,” tegasnya.</p>
<p>Diakuinya, darah seni yang mengalir ditubuhnya itu bersumber dari ayahnya. Ayah Dhea adalah guru seni di SMPN 4 Malang. dan sejak kecil sang Ayah lah yang membimbingnya sehingga menjadi penari yang handal.</p>
<p>Berlatih bersama Ayah menjadi rutinitasnya. Kini puluhan piala sudah dikoleksinya. Ia pun menjadi andalan Kota Malang di setiap ajang lomba seni tari maupun ludruk. “Di sekolah, biasanya kalau ada wisuda saya juga sering diminta tampil. Biasanya saya menampilkan kidungan kalau saat wisuda,” ungkap remaja kelahiran Malang 19 Oktober 1990 ini. (oci/udi) (Lailatul Rosida/malangpost)</p>
<p><strong>Pernah Dikirim ke Taiwan, Kembangkan Tari di Beberapa Sekolah<br />
</strong>Kiprah dan sepak terjang Siti Hatijah, 46, di bidang tari tradisional Madura memang patut diacungi jempol. Sejak 1972 dia mengabdikan diri di dunia tari tradisional.<br />
AKHMADI YASID, Pamekasan<br />
GEMURUH tepuk tangan membahana di Pendapa Ronggosukowati kemarin siang. Saat itu baru saja ditampilkan tarian tradisional Topeng Gettak. Gemulai sang penari dan keserasiannya dengan alunan musik pengiring, ternyata membuat undangan yang menghadiri perayaan Hari ibu, PKK, Dharma Wanita, dan KB Kesehatan berdecak kagum.<br />
Di deretan depan tampak sejumlah pejabat, seperti Bupati Pamekasan Ach. Syafii, Ketua DPRD Kholil Asyari, Kajari Yusran Lubis, Dandim 0826 Letkol Inf Agus Sumantoro, dan sejumlah kepala dinas dan instansi di lingkungan pemkab. Seakan tak peduli dengan banyaknya pejabat dan undangan yang hadir, sang penari tetap tampil memukau.<br />
Siapakah sebenarnya sang penari itu? Dia Siti Hatijah, 46, salah satu pembina tari-tarian tradisional Madura. Tijah-sapaan akrabnya-memang cukup lama menggeluti tari-tarian tradisional. “Saya kenal tari-tarian tradisional Madura sejak 1972,” tuturnya saat ditemui koran ini sebelum tampil kemarin.<br />
Perempuan yang kini menjadi guru di SDN Larangan Luar III, Kecamatan Larangan, ini mengaku banyak didorong keluarga dalam menggeluti tari-tarian tradisional Madura. Apalagi, kedua orangtuanya memang memiliki darah seni, meski hanya kesenian tradisional, seperti macopat.<br />
Dorongan dari orantuanya diwujudkan dengan cara mengirim Tijah ke STKW (Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta) di Surabaya. Di sanalah Tijah banyak memeroleh ilmu kesenian, terutama kesenian tari. Di STKW pula dia banyak bergaul dengan pekerja seni dari berbagai wilayah di Jawa Timur.<br />
“Sebelum masuk STKW pun saya sudah menari. Sejak saya kecil, mulai dari SD, SMP hingga SMA, memang sudah sering menari. Terutama, menari tradisional,” katanya.<br />
Setelah lulus dari STKW, Tijah semakin matang. Apalagi, saat itu dia bertemu dengan Alimuddin, anggota TNI di lingkungan Kodim 0826 Pamekasan. Suaminya itu memberikan dorongan penuh kepada Tijah di dunia tari tradisional. “Suami saya ikut mendukung saya di dunia tari tradisional,” ungkap Tijah yang mantan anggota Persit (Persatuan Istri Tentara) Kodim 0826 Pamekasan ini.<br />
Suami Tijah memang pernah menjadi anggota TNI. Namun, sejak 2007 terpilih sebagai kepala Desa Laden, Kecamatan Kota Pamekasan.<br />
Karir Tijah di bidang tari tradisional pernah mencapai puncak. Dia dikirim ke Taiwan sebagai kontingen Indonesia khusus kesenian pada acara Pramuka se dunia. “Saya juga pernah dikirim ke Medan dan beberapa wilayah lain di Indonesia. Saya juga pernah mendapat penghargaan saat tampil di Pandaan tahun 1980-an,” tuturnya.<br />
Kini Tijah mulai menularkan ilmunya. Yakni, dengan menjadi pembina tari di beberapa sekolah. Seperti SMKN 3, SMPN 5, SMPN 1, dan beberapa sekolah lainnya. “Sebenarnya, tari itu gampang. Kuncinya hanya pada kelenturan tubuh dan keserasian dengan musik pengiring. Semua orang sebenarnya bisa menari. Hanya bergantung latihan saja,” ujarnya.<br />
Kemarin meski sudah memasuki usia senja, Tijah tetap bisa menunjukkan kemampuan menarinya. Dia membawakan Topeng Gettak yang bercerita tentang seorang satria pemberani saat melawan penjajah Belanda. (*/*)</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enina.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enina.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enina.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enina.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enina.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enina.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enina.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enina.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enina.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enina.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enina.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enina.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enina.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enina.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enina.wordpress.com&amp;blog=4817950&amp;post=20&amp;subd=enina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/seni-tari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24de7417305fc1ffcd13652ad004a832?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">enina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indonesianic.files.wordpress.com/2008/08/sandidhea.gif?w=200&#38;h=286" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>tsunami</title>
		<link>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/tsunami/</link>
		<comments>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/tsunami/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 05:04:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enina.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[TSUNAMI Di penghujung tahun 2004, musibah demi musibah menimpa bangsa Indonesia. Mulai dari banjir, longsor, kecelakaan pesawat dan yang terakhir adalah gempa yang disertai gelombang tsunami yang menimpa saudara-saudara dan teman-teman kita di Aceh dan Sumatera Utara serta dibeberapa negara lainnya. Apa yang dapat kita lakukan untuk mereka? Yang pasti, mereka saat ini sangat membutuhkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enina.wordpress.com&amp;blog=4817950&amp;post=12&amp;subd=enina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="470">
<tbody>
<tr>
<td width="470" valign="top" bgcolor="#ffffff">
<p class="MsoTitle" align="center"><span style="font-family:Arial Black;font-size:medium;">TSUNAMI</span></p>
<p class="MsoNormal">
<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="3" width="100%" bgcolor="#ffffff">
<tbody>
<tr>
<td height="300" align="left" valign="top" bgcolor="#ffffff"><span style="font-family:trebuchet;font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet;font-size:x-small;"><img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/002/tsunami1.jpg" alt="" align="left" /> Di penghujung tahun 2004, musibah demi musibah menimpa bangsa Indonesia. Mulai dari  banjir, longsor, kecelakaan pesawat dan yang terakhir adalah gempa yang disertai  gelombang tsunami yang menimpa saudara-saudara dan teman-teman kita di Aceh dan  Sumatera Utara serta dibeberapa negara lainnya. Apa yang dapat kita lakukan untuk mereka?  Yang pasti, mereka saat ini sangat membutuhkan bantuan, seperti makanan, obat-obatan, uang  dan masih banyak lagi, selain itu yang sudah seharusnya kita lakukan adalah berdo&#8217;a,  agar saudara-saudara dan teman-teman kita di Aceh dan Sumatera Utara bisa menerima ujian  dan musibah ini dengan sabar. Hal lain yang harus kita lakukan adalah memantau bantuan  yang telah diberikan sampai pada mereka yang membutuhkan, jangan sampai disalah gunakan  oleh orang-orang yang mencari kebahagiaan (harta) di atas penderitaan orang lain. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet;font-size:x-small;"><img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/002/tsunami.gif" alt="" align="right" /> Dalam sebuah lagunya, Koes Plus menggambarkan Indonesia sebagai tanah surga dengan segala  keindahan, kesuburan tanah dan kekayaan lautnya. Tapi  hal tersebut seakan tidak layak  lagi disandang.  Karunia Tuhan berupa musim yang banyak diinginkan oleh bangsa-bangsa  di dunia sebagai negara tropis yang hanya mempunyai dua musim, yaitu musim hujan dan  musim kemarau,tampaknya tak disyukuri oleh bangsa ini. Pantaslah kalau kemudian Tuhan  menguji umat manusia. Bukankah bangsa-bangsa di belahan bumi lain harus kedinginan ketika  salju turun, dan kepanasan ketika <em>summer</em> tiba. Di tanah nusantara ini, kita tak  perlu kedinginan di musim salju dan tidak terlalu kepanasan di musim panas. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet;font-size:x-small;">Tapi dua musim yang mestinya mendatangkan kenyamanan dan kemakmuran ternyata  mendatangkan bencana yang silih berganti. Di musim panas hutan-hutan kita terbakar,  asapnya bahkan membuat sesak negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Di  musim hujan seperti yang terjadi dalam minggu-minggu ini, musibah bankir  merenggut harta benda dan nyawa. Musibah banjir di beberapa daerah di tanah air, seakan  tak bisa dicegah. Selain musibah tersebut, ada satu musibah yang sudah sering terjadi sejak dahulu. Musibah  tersebut disebut dengan &#8220;tsunami&#8221;. Dahsyatnya gelombang tsunami yang terjadi di  belahan dunia ini, terutama di Aceh dan wilayah lainnya bisa kita saksikan dimedia elektronik  maupun dimedia cetak. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet;font-size:x-small;"><span style="font-family:trebuchet;font-size:small;"><strong> Apakah Tsunami Itu ? </strong></span> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet;font-size:x-small;">Kata &#8220;Tsunami&#8221; merupakan istilah dari bahasa Jepang yang menyatakan suatu gelombang laut  akibat adanya pergerakan atau pergeseran di bumi di dasar laut.  Gempa ini diikuti oleh perubahan permukaan laut yang mengakibatkan timbulnya penjalaran  gelombang air laut secara serentak tersebar ke seluruh penjuru mata angin. Sedangkan  pengertian gempa adalah pergeseran lapisan tanah dibawah permukaan bumi. Ketika  terjadi pergeseran tersebut timbul getaran yang disebut gelombang seismik dari pusat  gempa menjalar ke segala penjuru. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet;font-size:x-small;">Tinggi gelombang Tsunami disumbernya kurang dari 1 meter. Tapi pada saat menghempas ke  pantai tinggi gelombang ini bisa lebih dari 5 meter. Tsunami yang terjadi di Indonesia  berkisar antara 1,5 &#8211; 4,5 skala Imamura, dengan tinggi gelombang Tsunami maksimum yang  mencapai pantai berkisar antara 4-24 meter dan jangkauan gelombang ke daratan berkisar  antara 50 sampai 200 meter dari garis pantai. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet;font-size:x-small;"><span style="font-family:trebuchet;font-size:small;"><strong> Arti dari &#8220;TSUNAMI&#8221; </strong></span> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet;font-size:x-small;">Para ilmuwan umumnya mengartikan tsunami  dengan &#8220;gelombang pasang&#8221; (tidal wave) atau  dikenal juga dengan sebutan &#8220;seismic sea waves&#8221;  (gelombang laut karena gempa). Kedua  sebutan tersebut benar, akan tetapi jika dilihat dari asal bahasanya, bahasa Jepang,  &#8220;tsunami&#8221; mempunyai dua suku kata, &#8220;tsu&#8221;, artinya &#8220;pelabuhan&#8221; (harbor), &#8220;nami&#8221;  berarti &#8220;gelombang&#8221;. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet;font-size:x-small;"><span style="font-family:trebuchet;font-size:small;"> <strong>Apa saja yang menyebabkan gelombang tsunami </strong></span> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet;font-size:x-small;">Gempa merupakan salah satu penyebab utama terjadinya gelombang tsunami. Gempa ini biasanya terjadi karena adanya pergeseran lempeng yang terdapat di dasar laut. Gempa tersebut disebut juga dengan gempa bumi. Selain itu, penyebab lainnya adalah meletusnya gunung berapi yang menyebabkan pergerakan air di laut/perairan sekitarnya menjadi sangat tinggi. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet;font-size:x-small;"><span style="font-family:trebuchet;font-size:small;"><strong> Peristiwa tsunami di Indonesia dan daerah lainnya </strong></span> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet;font-size:x-small;">Sejak 1990 di Indonesia sedikitnya terjadi 15 kali gelombang Tsunami. Pada 19 Agustus 1997  <img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/002/krakatau.jpg" alt="" align="left" /> terjadi di Sumba dengan korban 189 orang, 12 Desember 1992 di Flores dengan korban 2.100  orang dan 1994 di Banyuwangi dengan korban 209 orang, sepanjang sejarah gempa Tsunami  terbesar adalah pada tahun 1883 yang ditimbulkan meletusnya Gunung Krakatau dengan korban  jiwa 36.000 orang meninggal. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet;font-size:x-small;">Di antara gelombang tsunami yang pernah tercatat  selain di Indonesia adalah: </span></p>
<ol type="1"><span style="font-family:trebuchet;font-size:x-small;"></p>
<li> 26 Desember 2004, gempa bumi paling kuat dalam masa 40 tahun telah menimbulkan gelombang besar yang bergulir ribuan kilometer dan menghempas ke kawasan pantai sekurang-kurangnya lima negara Asia, yang menewaskan sekurang-kurangnya 3.700 jiwa dan menimbulkan kesengsaraan bagi jutaan warga lainnya.</li>
<li> 17 Juli 1998, gempa bumi di lepas pantai menyebabkan gelombang besar yang menghantam kawasan utara pantai Papua Nugini, menewaskan kira-kira 2.000 orang dan menyebabkan ribuan warga lainnya kehilangan tempat tinggal.</li>
<li> 16 Agustus 1976, tsunami membunuh lebih dari 5.000 orang di Teluk Moro , Filipina.</li>
<li> 28 Maret 1964, gempa bumi pada Hari Paskah di Alaska menyebabkan tsunami di sebagian besar pantai Alaska dan menghancurkan sejumlah tiga. Gelombang itu menewaskan 107 orang di Alaska, empat di Oregon dan 11 di California ketika gelombang tsunami itu bergulung di Pantai Barat AS.</li>
<li> 22 Mei 1960, gelombang besar dilaporkan setinggi 11 meter menewaskan 1.000 orang di China dan menyebabkan kerusakan besar di Hawaii, di mana 61 orang tewas di Filipina, Okinawa dan Jepang ketika gelombang itu bergulung menyeberangi Pasifik.</li>
<li> 1 April 1946, gempa bumi di Alaska menimbulkan tsunami yang menghancurkan North Cape Lighthouse, menewaskan lima orang. Beberapa jam kemudian gelombang tsunami berikutnya melanda Hilo, Hawaii, yang menewaskan 159 orang dan mengakibatkan kerusakan jutaan dolar AS.</li>
<li> 31 Januari 1906, satu gempa bumi kuat terjadi di lepas pantai yang menenggelamkan sebagian Tumaco, Kolombia, dan menyapu setiap rumah yang ada di pantai antara Rioverde, Ekuador, dan Micay, Kolombia. Angka kematian diperkirakan kira-kira 500 sampai 1.500.</li>
<li> 17 Desember 1896, tsunami menyapu bagian pantai dan boulevard utama di Santa Barbara, California, AS.</li>
<li> 15 Juni 1896, tsunami Sanriku menghantam Jepang tanpa peringatan. Gelombang diperkirakan setinggi lebih 23 meter (70 kaki) menggulung kerumunan masyarakat yang berkumpul untuk merayakan suatu festival keagamaan, yang menewaskan lebih dari 26.000 orang.</li>
<li> 27 Agustus 1883, ledakan gunung berapi Krakatau menimbulkan gelombang tsunami besar yang menyapu kawasan pantai di ujung pulau Jawa dan Sumatera, yang menewaskan kira-kira 36.000 orang.</li>
<li> 1 November 1775, gempa bumi besar Lisbon menimbulkan gelombang tsunami setinggi 6 meter (sekitar 20 kaki) melanda pantai Portugal, Spanyol dan Moroko</li>
<p></span></ol>
<p><span style="font-family:trebuchet;font-size:x-small;"> </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="470" height="20" align="right" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.e-smartschool.com/images/back_kanan_bwhx.gif" alt="" width="18" height="19" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><img src="http://www.e-smartschool.com/images/grs_bwh.gif" border="0" alt="" width="640" height="4" /></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="5" width="640">
<tbody>
<tr>
<td width="52" align="left" valign="top"><img src="http://www.e-smartschool.com/images/home.gif" border="0" alt="" width="52" height="50" /></td>
<td width="588" valign="top"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica;font-size:x-small;"> </span><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica;font-size:x-small;">Copyright © PT Bangun Satya Wacana (Gramacom) 2000<br />
Jl. Palmerah Barat No 29-31 Jakarta 10270 Indonesia telp.: (62-21) 5494333, 5301991 Ext.: 3840-3846 <a href="mailto:aridj@gramacom.co.id">Web Master</a></span> <a href="mailto:aridj@gramacom.co.id"> </a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="640">
<tbody>
<tr>
<td colspan="4" width="640" valign="top"><img src="http://www.e-smartschool.com/images/head.gif" border="0" alt="" width="245" height="50" /><img src="http://www.e-smartschool.com/images/smarty.gif" border="0" alt="" width="69" height="50" /><img src="http://www.e-smartschool.com/images/bukuanm.gif" border="0" alt="" width="275" height="50" /><img src="http://www.e-smartschool.com/images/boldun.gif" border="0" alt="" width="50" height="50" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="640">
<tbody>
<tr>
<td><a href="mailto:aridj@gramacom.co.id"><img src="http://www.e-smartschool.com/images/email.gif" border="0" alt="" width="55" height="60" /></a></td>
<td><a href="http://www.e-bstore.com/" target="_blank"><img src="http://www.e-smartschool.com/images/bannerbesar2.gif" border="0" alt="" width="465" height="60" /></a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enina.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enina.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enina.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enina.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enina.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enina.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enina.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enina.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enina.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enina.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enina.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enina.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enina.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enina.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enina.wordpress.com&amp;blog=4817950&amp;post=12&amp;subd=enina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/tsunami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24de7417305fc1ffcd13652ad004a832?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">enina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/002/tsunami1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/002/tsunami.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/002/krakatau.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/images/back_kanan_bwhx.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/images/grs_bwh.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/images/home.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/images/head.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/images/smarty.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/images/bukuanm.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/images/boldun.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/images/email.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/images/bannerbesar2.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>meteor</title>
		<link>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/meteor/</link>
		<comments>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/meteor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 05:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enina.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Meteor adalah penampakan jalur jatuhnya meteoroid ke atmosfer bumi, lazim disebut sebagai bintang jatuh. Penampakan tersebut disebabkan oleh panas yang dihasilkan oleh tekanan ram (bukan oleh gesekan, sebagaimana anggapan umum sebelum ini) pada saat meteoroid memasuki atmosfer. Meteor yang sangat terang, lebih terang daripada penampakan Planet Venus, dapat disebut sebagai bolide. Jika suatu meteoroid tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enina.wordpress.com&amp;blog=4817950&amp;post=10&amp;subd=enina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Meteor</strong> adalah penampakan jalur jatuhnya <a title="Meteoroid" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Meteoroid">meteoroid</a> ke <a title="Atmosfer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer">atmosfer</a> <a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi">bumi</a>, lazim disebut sebagai <strong>bintang jatuh</strong>. Penampakan tersebut disebabkan oleh panas yang dihasilkan oleh <a title="Tekanan ram" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tekanan_ram">tekanan ram</a> (bukan oleh gesekan, sebagaimana anggapan umum sebelum ini) pada saat meteoroid memasuki atmosfer. Meteor yang sangat terang, lebih terang daripada penampakan <a class="mw-redirect" title="Venus (planet)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Venus_%28planet%29">Planet Venus</a>, dapat disebut sebagai <em><a class="new" title="Bolide (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bolide&amp;action=edit&amp;redlink=1">bolide</a></em>.</p>
<p>Jika suatu meteoroid tidak habis terbakar dalam perjalanannya di atmosfer dan mencapai permukaan bumi, benda yang dihasilkan disebut <a title="Meteorit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Meteorit">meteorit</a>. Meteor yang menabrak bumi atau objek lain dapat membentuk <em><a class="mw-redirect" title="Impact crater" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Impact_crater">impact crater</a></em></p>
<p><strong>Kawah tabrakan</strong> adalah struktur geologi yang terbentuk ketika <a title="Meteor" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Meteor">meteor</a> besar, <a title="Asteroid" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asteroid">asteroid</a> atau <a title="Komet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komet">komet</a> menabrak <a title="Planet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Planet">planet</a> atau <a title="Satelit alami" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Satelit_alami">satelit alaminya</a>. Tata surya telah dibombardir dengan meteor sepanjang masa. Permukaan <a title="Bulan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bulan">bulan</a>, <a title="Mars" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mars">Mars</a>, dan <a title="Merkurius" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Merkurius">Merkurius</a>, yang proses-proses geologinya sudah berhenti jutaan tahun lalu, penuh dengan bekas tabrakan ini. <a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi">Bumi</a> mengalami tabrakan lebih hebat dan sering daripada bulan tetapi kawah-kawah tersebut secara terus-menerus terkikis oleh erosi, perubahan struktur bumi, aktivitas gunung berapi dan aktivitas tektonik. Ada sekitar 120 kawah tabrakan benda luar angkasa di bumi yang telah diketahui. Sebagian besar berada di <a title="Amerika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika">Amerika</a> Utara, <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a>, dan <a title="Australia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Australia">Australia</a> karena di sana sebagian besar pengamatan dilakukan. Pesawat luar angkasa yang mengorbit bumi telah membantu mengidentifikasi struktur di tempat-tempat yang sulit untuk didatangi.</p>
<p>Kawah meteor di <a title="Arizona" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arizona">Arizona</a> (juga dikenal dengan <em>Barringten Crater</em>) adalah kawah tabrakan benda luar angkasa yang pertama kali diidentifikasi. Kawah ini pertama kali ditemukan pada tahun 1920 yang menemukan bagian-bagian dari meteor penabrak di dalam kawah tersebut. Beberapa kawah yang relatif kecil juga ditemukan memiliki bagian-bagian pecahan benda penabraknya.</p>
<p class="MsoTitle" align="center"><span style="font-family:Arial Black;color:brown;font-size:medium;">Asteroid dan Meteor </span> <span style="font-family:Verdana;color:brown;font-size:small;"><strong>Apakah Asteroid Itu ?</strong></span></p>
<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="3" width="100%" bgcolor="#ffffff">
<tbody>
<tr>
<td height="300" align="left" valign="top" bgcolor="#ffffff"><span style="font-family:verdana;color:brown;font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:verdana;color:brown;font-size:x-small;"><img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/BatuAsteroid.gif" alt="" width="125" height="95" align="left" /> Asteroid merupakan planet berbatu yang kecil. Ukurannya 1 km lebih, yang  terbesar 700 km. Terdapat beribu-ribu Asteroid dalam sistem tata surya.  Sebagian besar ditemukan daerah khusus asteroid antara planet mars dan  planet yupiter.  Asteroid yang orbitnya melewati orbit bumi dinamakan asteroid &#8220;Apollo&#8221;.  Banyak diantara asteroid yang sudah dinamakan oleh para ilmuwan dengan  nama para ilmuwan yang menemukannya. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:verdana;color:brown;font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;color:brown;font-size:small;"><strong>Sejarah penemuan asteroid </strong></span> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:verdana;color:brown;font-size:x-small;">Penemuan asteroid yang pertama terjadi lebih dari dua abad yang lalu,  yaitu pada tahun 1801, oleh Piazzi seorang astronom Italia. Asteroid  temuannya yang diberi nama Ceres, pada awalnya diduga sebagai planet  yang hilang sebagaimana diramalkan oleh hukum Titius-Bode. Benda  angkasa tersebut hingga kini memegang rekor sebagai asteroid terbesar  di Tata Surya dengan taksiran garis tengah lebih dari 900 kilometer. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:verdana;color:brown;font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;color:brown;font-size:small;"> <strong>Terbentuknya Asteroid </strong> </span> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:verdana;color:brown;font-size:x-small;">Asteroid terbentuk dari material yang menjadi saksi bisu dari proses  terbentuknya Tata Surya sekitar empat setengah miliar tahun yang lalu  di bawah pengaruh interaksi gravitasi. Sebagian besar populasi asteroid  dijumpai berada di antara orbit planet Mars dan Jupiter, daerah yang  dikenal sebagai Sabuk Utama (Main Belt). Selain asteroid yang mendiami  daerah Sabuk Utama, ada pula kelompok asteroid dengan orbit yang berbeda,  seperti kelompok Trojan dan kelompok asteroid AAA (Triple A  Asteroids &#8211; Amor, Apollo, Aten). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:verdana;color:brown;font-size:x-small;">Lain halnya dengan komet. Benda langit yang oleh banyak kultur  bangsa diidentikkan dengan pertanda buruk ini berasal dari  tepian Tata Surya. Awan Oort yang berada jauh di luar orbit Pluto dipercaya  sebagai tempat pembiakannya. Seperti anggota Tata Surya lainnya, komet  pun mengorbit Matahari. Akibat gangguan gravitasi dari planet-planet raksasa  di Tata Surya, komet-komet tersebut dapat berubah orbitnya. Dari  yang semula berada di tepian Tata Surya menjadi bermukim di Tata  Surya bagian dalam menjadi komet berperiode pendek. </span></p>
<p><span style="font-family:verdana;color:brown;font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:small;"><strong>Apakah Meteor Itu ?</strong></span> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:verdana;color:brown;font-size:x-small;"><img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/meteor.jpg" alt="" align="left" /> Meteor atau disebut juga bintang jatuh adalah bagian dari angkasa yang  terpisah dari asteroid. Orbit meteor terhadap matahari dinamakan &#8220;Meteoroid&#8221;  yang terdiri dari bebatuan dan bongkahan logam seperti besi dan nikel.  Meteor yang jatuh jika kita lihat mempunyai cahaya yang melewati langit  seperti bola api. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:verdana;color:brown;font-size:x-small;"><img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/KawahMeteor.gif" alt="" width="200" height="121" align="right" /> Terkadang, bumi dijatuhi meteor. Hal ini disebut sebagai hujan meteor. Hujan meteor atau pancaran meteor terlihat di langit hampir pada tanggal yang sama dalam setiap tahun. Kejadian yang paling indah terjadi sekitar tanggal 3 januari, 12 agustus dan 14 desember. Jutaan meteor masuk kedalam atmosfir bumi, tetapi sebagian besar terbakar habis sebelum mencapai permukaan bumi. Kadang-kadang meteor yang besar tidak terbakar habis dan jatuh ke bumi. Sebuah meteor yang jatuh kebumi disebut dengan batu bintang. Meteor besar pernah jatuh di daerah Afrika Selatan, Antartika, Rusia, Kanada dan sejumlah tempat lainnya. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:verdana;color:brown;font-size:x-small;">Meteor besar yang jatuh ke bumi akan membentuk kawah-kawah seperti kawah Barringer di wilayah Arizona. Kawah ini terbentuk oleh meteor yang jatuh kira-kira 40.000 tahun yang lalu. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:verdana;color:brown;font-size:x-small;"><span style="color:green;"> Sumber : Kompas (3 September 2004)</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enina.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enina.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enina.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enina.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enina.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enina.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enina.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enina.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enina.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enina.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enina.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enina.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enina.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enina.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enina.wordpress.com&amp;blog=4817950&amp;post=10&amp;subd=enina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/meteor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24de7417305fc1ffcd13652ad004a832?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">enina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/BatuAsteroid.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/meteor.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/KawahMeteor.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>efek rumah kaca</title>
		<link>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/efek-rumah-kaca/</link>
		<comments>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/efek-rumah-kaca/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 04:59:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enina.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Efek rumah kaca, pertama kali ditemukan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan sebuah proses di mana atmosfer memanaskan sebuah planet. Mars, Venus, dan benda langit beratmosfer lainnya (seperti satelit alami Saturnus, Titan) memiliki efek rumah kaca, tapi artikel ini hanya membahas pengaruh di Bumi. Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enina.wordpress.com&amp;blog=4817950&amp;post=8&amp;subd=enina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Efek rumah kaca</strong>, pertama kali ditemukan oleh <a class="mw-redirect" title="Joseph Fourier" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Joseph_Fourier">Joseph Fourier</a> pada <a title="1824" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1824">1824</a>, merupakan sebuah proses di mana <a class="new" title="Atmosfer badan celestial (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Atmosfer_badan_celestial&amp;action=edit&amp;redlink=1">atmosfer</a> memanaskan sebuah <a title="Planet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Planet">planet</a>.</p>
<p><a title="Mars" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mars">Mars</a>, <a title="Venus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Venus">Venus</a>, dan benda langit beratmosfer lainnya (seperti <a class="mw-redirect" title="Satelit alam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Satelit_alam">satelit alami</a> <a title="Saturnus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saturnus">Saturnus</a>, <a title="Titan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Titan">Titan</a>) memiliki efek rumah kaca, tapi artikel ini hanya membahas pengaruh di <a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi">Bumi</a>.</p>
<p>Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia (lihat juga <a title="Pemanasan global" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global">pemanasan global</a>). Yang belakang diterima oleh semua; yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat</p>
<h2><span class="mw-headline">Penyebab</span></h2>
<p>Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas <a class="mw-redirect" title="Karbondioksida" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbondioksida">karbondioksida</a> (CO<sub>2</sub>) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO<sub>2</sub> ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran <a class="mw-redirect" title="Bahan bakar minyak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar_minyak">bahan bakar minyak</a> (BBM), <a class="mw-redirect" title="Batu bara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batu_bara">batu bara</a> dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.</p>
<p>Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi</p>
<p>Energi yang diadsoprsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO<sub>2</sub> dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.</p>
<p>Selain gas CO<sub>2</sub>, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida (SO<sub>2</sub>), nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO<sub>2</sub>) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana (CH<sub>4</sub>) dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.</p>
<table style="border:1px solid #aaaaaa;background:#f9f9f9 none repeat scroll 0 50%;border-collapse:collapse;font-size:95%;margin:1em 1em 1em 0;" border="4" cellspacing="0" cellpadding="4">
<tbody>
<tr>
<td align="center" bgcolor="#3399ff"><strong><span style="color:#ffffff;">Gas</span></strong></td>
<td align="center" bgcolor="#669933"><strong><span style="color:#ffffff;">Kontribusi</span></strong></td>
<td align="center" bgcolor="#3399ff"><strong><span style="color:#ffffff;">Sumber emisi global</span></strong></td>
<td align="center" bgcolor="#669933"><strong><span style="color:#ffffff;">%</span></strong></td>
</tr>
<tr>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99"><strong>CO<sub>2</sub></strong></td>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99">45-50%</td>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99">Batu bara</td>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99">29</td>
</tr>
<tr>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99"></td>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99"></td>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99">Minyak Bumi</td>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99">29</td>
</tr>
<tr>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99"></td>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99"></td>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99">Gas alam</td>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99">11</td>
</tr>
<tr>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99"></td>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99"></td>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99">Penggundulan hutan</td>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99">20</td>
</tr>
<tr>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99"></td>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99"></td>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99">lainnya</td>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99">10</td>
</tr>
<tr>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99"><strong>CH<sub>4</sub></strong></td>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99">10-20%</td>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99"></td>
<td align="left" bgcolor="#ffcc99"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sumber : <em>Kantor Menteri Negara KLH, 1990</em></p>
<p><a id="Dampak_pemanasan_global" name="Dampak_pemanasan_global"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Dampak pemanasan global" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efek_rumah_kaca&amp;action=edit&amp;section=2">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Dampak pemanasan global</span></h2>
<p>Menurut perkiraan, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu bumi rata-rata 1-5°C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan <a title="Pemanasan global" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global">pemanasan global</a> antara 1,5-4,5°C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO<sub>2</sub> di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan <a title="Suhu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suhu">suhu</a> permukaan bumi menjadi meningkat. Mekanisme terjadinya efek rumah kaca adalah sebagai berikut (gambar 1). Bumi secara konstan menerima energi, kebanyakan dari sinar matahari tetapi sebagian juga diperoleh dari bumi itu sendiri, yakni melalui energi yang dibebaskan dari proses radioaktif (Holum, 1998:237). Sinar tampak dan sinar ultraviolet yang dipancarkan dari matahari. Radiasi sinar tersebut sebagian dipantulkan oleh atmosfer dan sebagian sampai di permukaan bumi. Di permukaan bumi sebagian radiasi sinar tersebut ada yang dipantulkan dan ada yang diserap oleh permukaan bumi dan menghangatkannya.</p>
<p><a id="Akibat" name="Akibat"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Akibat" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efek_rumah_kaca&amp;action=edit&amp;section=3">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Akibat</span></h2>
<p>Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan <a title="Iklim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iklim">iklim</a> yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya <a title="Hutan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hutan">hutan</a> dan <a title="Ekosistem" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekosistem">ekosistem</a> lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu <a title="Air laut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air_laut">air laut</a> sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara <a title="Pulau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau">kepulauan</a> akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enina.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enina.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enina.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enina.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enina.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enina.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enina.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enina.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enina.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enina.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enina.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enina.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enina.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enina.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enina.wordpress.com&amp;blog=4817950&amp;post=8&amp;subd=enina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/efek-rumah-kaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24de7417305fc1ffcd13652ad004a832?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">enina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>daur ulang sampah</title>
		<link>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/daur-ulang-sampah/</link>
		<comments>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/daur-ulang-sampah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 04:55:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enina.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Mengelola Sampah, Mengelola Gaya Hidup Aksi Damai Tolak Bojong sebagai Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST). Pengelolaan Persampahan: Menuju Indonesia Bebas Sampah (Zero Waste ) Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia. Setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Jumlah atau volume sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang/material yang kita gunakan sehari-hari. Demikian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enina.wordpress.com&amp;blog=4817950&amp;post=6&amp;subd=enina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span>Mengelola Sampah, Mengelola Gaya Hidup</span></h2>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="150" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><img src="http://www.walhi.or.id/attachment/d016df19778a7c563cd1c99afe29c43a/26a3d53bd4d1ca54f0f77b2d6e935175/sam_nas_bgr_dpndprdbogor_2004_andi_150s.jpg" border="1" alt="Aksi Damai Tolak Bojong sebagai Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST)." hspace="0" vspace="0" width="150" height="150" /></td>
<td rowspan="3"></td>
</tr>
<tr>
<td align="center"><span class="image">Aksi Damai Tolak Bojong sebagai Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Pengelolaan Persampahan: Menuju Indonesia Bebas Sampah (Zero Waste )</strong></p>
<p>Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia. Setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Jumlah atau volume sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang/material yang kita gunakan sehari-hari. Demikian juga dengan jenis sampah, sangat tergantung dari jenis material yang kita konsumsi. Oleh karena itu pegelolaan sampah tidak bisa lepas juga dari ‘pengelolaan’ gaya hidup masyrakat.</p>
<p>Peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah. Misalnya saja, kota Jakarta pada tahun 1985 menghasilkan sampah sejumlah 18.500 m3 per hari dan pada tahun 2000 meningkat menjadi 25.700 m3 per hari.  Jika dihitung dalam setahun, maka volume sampah tahun 2000 mencapai 170 kali besar Candi Borobudur (volume Candi Borobudur = 55.000 m3). [Bapedalda, 2000]. Selain Jakarta, jumlah sampah yang cukup besar terjadi di Medan dan Bandung. Kota metropolitan lebih banyak menghasilkan sampah dibandingkan dengan kota sedang atau kecil.</p>
<p><strong>Jenis Sampah</strong></p>
<p>Secara umum, jenis sampah dapat dibagi 2 yaitu sampah organik (biasa disebut sebagai sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Sapah basah adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup, seperti daun-daunan, sampah dapur, dll. Sampah jenis ini dapat terdegradasi (membusuk/hancur) secara alami. Sebaliknya dengan sampah kering, seperti kertas, plastik, kaleng, dll. Sampah jenis ini tidak dapat terdegradasi secara alami.</p>
<p>Pada umumnya, sebagian besar sampah yang dihasilkan di Indonesia merupakan sampah basah, yaitu mencakup 60-70% dari total volume sampah. Oleh karena itu pengelolaan sampah yang terdesentralisisasi sangat membantu dalam meminimasi sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir. Pada prinsipnya pengelolaan sampah haruslah dilakukan sedekat mungkin dengan sumbernya. Selama ini pengleolaan persampahan, terutama di perkotaan, tidak berjalan dengan efisien dan efektif karena pengelolaan sapah bersifat terpusat. Misanya saja, seluruh sampah dari kota Jakarta harus dibuag di Tempat Pembuangan Akhir di daerah Bantar Gebang Bekasi. Dapat dibayangkan berapa ongkos yang harus dikeluarkan untuk ini. Belum lagi, sampah yang dibuang masih tercampur antara sampah basah dan sampah kering. Padahal, dengan mengelola sampah besar di tingkat lingkungan terkecil, seperti RT atau RW, dengan membuatnya menjadi kompos maka paling tidak volume sampah dapat diturunkan/dikurangi.</p>
<p><strong>Alternatif Pengelolaan Sampah</strong></p>
<p>Untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan alternatif-alternatif pengelolaan. Landfill bukan merupakan alternatif yang sesuai, karena landfill tidak berkelanjutan dan menimbulkan masalah lingkungan. Malahan alternatif-alternatif tersebut harus bisa menangani semua permasalahan pembuangan sampah dengan cara mendaur-ulang semua limbah yang dibuang kembali ke ekonomi masyarakat  atau ke alam, sehingga dapat mengurangi tekanan terhadap sumberdaya alam. Untuk mencapai hal tersebut, ada tiga asumsi dalam pengelolaan sampah yang harus diganti dengan tiga prinsip–prinsip baru. Daripada mengasumsikan bahwa masyarakat akan menghasilkan jumlah sampah yang terus meningkat, minimisasi sampah harus dijadikan prioritas utama.</p>
<p>Sampah yang dibuang harus dipilah, sehingga tiap bagian dapat dikomposkan atau didaur-ulang secara optimal, daripada dibuang ke sistem pembuangan limbah yang tercampur seperti yang ada saat ini. Dan industri-industri harus mendesain ulang produk-produk mereka untuk memudahkan proses daur-ulang produk tersebut. Prinsip ini berlaku untuk semua jenis dan alur sampah.</p>
<p>Pembuangan sampah yang tercampur merusak dan mengurangi nilai dari material yang mungkin masih bisa dimanfaatkan lagi. Bahan-bahan organik dapat mengkontaminasi/ mencemari bahan-bahan yang mungkin masih bisa di daur-ulang dan racun dapat menghancurkan kegunaan dari keduanya. Sebagai tambahan, suatu porsi peningkatan alur limbah yang berasal dari produk-produk sintetis dan produk-produk yang tidak dirancang untuk mudah didaur-ulang; perlu dirancang ulang agar sesuai dengan sistem daur-ulang atau tahapan penghapusan penggunaan.</p>
<p>Program-program sampah kota harus disesuaikan dengan kondisi setempat agar berhasil, dan tidak mungkin dibuat sama dengan kota lainnya. Terutama program-program di negara-negara berkembang seharusnya tidak begitu saja mengikuti pola program yang telah berhasil dilakukan di negara-negara maju, mengingat perbedaan kondisi-kondisi fisik, ekonomi, hukum dan budaya. Khususnya sektor informal (tukang sampah atau pemulung) merupakan suatu komponen penting dalam sistem penanganan sampah yang ada saat ini, dan peningkatan kinerja mereka harus menjadi komponen utama dalam sistem penanganan sampah di negara berkembang. Salah satu contoh sukses adalah zabbaleen di Kairo, yang telah berhasil membuat suatu sistem pengumpulan dan daur-ulang sampah yang mampu mengubah/memanfaatkan 85 persen sampah yang terkumpul dan mempekerjakan 40,000 orang.</p>
<p>Secara umum, di negara Utara atau di negara Selatan, sistem untuk penanganan sampah organik merupakan komponen-komponen terpenting dari suatu sistem penanganan sampah kota. Sampah-sampah organik seharusnya dijadikan kompos, vermi-kompos (pengomposan dengan cacing) atau dijadikan makanan ternak untuk mengembalikan nutirisi-nutrisi yang ada ke tanah. Hal ini menjamin bahwa bahan-bahan yang masih bisa didaur-ulang tidak terkontaminasi, yang juga merupakan kunci ekonomis dari suatu alternatif pemanfaatan sampah. Daur-ulang sampah menciptakan lebih banyak pekerjaan per ton sampah dibandingkan dengan kegiatan lain, dan menghasilkan suatu aliran material yang dapat mensuplai industri.</p>
<p><strong>Tangguang Jawab Produsen dalam Pengelolaan Sampah</strong></p>
<p>Hambatan terbesar daur-ulang, bagaimanapun, adalah kebanyakan produk tidak dirancang untuk dapat didaur-ulang jika sudah tidak terpakai lagi. Hal ini karena selama ini para pengusaha hanya tidak mendapat insentif ekonomi yang menarik untuk melakukannya. Perluasan Tanggungjawab Produsen (Extended Producer Responsibility &#8211; EPR) adalah suatu pendekatan kebijakan yang meminta produsen menggunakan kembali produk-produk dan kemasannya. Kebijakan ini memberikan insentif kepada mereka untuk mendisain ulang produk mereka agar memungkinkan untuk didaur-ulang, tanpa material-material yang berbahaya dan beracun. Namun demikian EPR tidak selalu dapat dilaksanakan atau dipraktekkan, mungkin baru sesuai untuk kasus pelarangan terhadap material-material yang berbahaya dan beracun dan material serta produk yang bermasalah.</p>
<p>Di satu sisi, penerapan larangan penggunaan produk dan EPR untuk memaksa industri merancang ulang ulang, dan pemilahan di sumber, komposting, dan daur-ulang di sisi lain, merupakan sistem-sistem alternatif yang mampu menggantikan fungsi-fungsi landfill atau insinerator. Banyak komunitas yang telah mampu mengurangi 50% penggunaan landfill atau insinerator dan bahkan lebih, dan malah beberapa sudah mulai mengubah pandangan mereka untuk menerapkan “Zero Waste” atau “Bebas Sampah”.</p>
<p><strong>Sampah Bahan Berbahaya Beracun (B3)</strong></p>
<p>Sampah atau limbah dari alat-alat pemeliharaan kesehatan merupakan suatu faktor penting dari sejumlah sampah yang dihasilkan, beberapa diantaranya mahal biaya penanganannya. Namun demikian tidak semua sampah medis berpotensi menular dan berbahaya. Sejumlah sampah yang dihasilkan oleh fasilitas-fasilitas medis hampir serupa dengan sampah domestik atau sampah kota pada umumnya. Pemilahan sampah di sumber merupakan hal yang paling tepat dilakukan agar potensi penularan penyakit dan berbahaya dari sampah yang umum.</p>
<p>Sampah yang secara potensial menularkan penyakit memerlukan penanganan dan pembuangan, dan beberapa teknologi non-insinerator mampu mendisinfeksi sampah medis ini. Teknologi-teknologi ini biasanya lebih murah, secara teknis tidak rumit dan rendah pencemarannya bila dibandingkan dengan insinerator.</p>
<p>Banyak jenis sampah yang secara kimia berbahaya, termasuk obat-obatan, yang dihasilkan oleh fasilitas-fasilitas kesehatan. Sampah-sampah tersebut tidak sesuai diinsinerasi. Beberapa, seperti merkuri, harus dihilangkan dengan cara merubah pembelian bahan-bahan; bahan lainnya dapat didaur-ulang; selebihnya harus dikumpulkan dengan hati-hati dan dikembalikan ke pabriknya. Studi kasus menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan secara luas di berbagai tempat, seperti di sebuah klinik bersalin kecil di India dan rumah sakit umum besar di Amerika.</p>
<p>Sampah hasil proses industri biasanya tidak terlalu banyak variasinya seperti sampah domestik atau medis, tetapi kebanyakan merupakan sampah yang berbahaya secara kimia.</p>
<p><strong>Produksi Bersih dan Prinsip 4R</strong></p>
<p>Produksi Bersih (Clean Production) merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produk-produk samping yang berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan, dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologis. Prinsip-prinsip Produksi Bersih adalah:</p>
<p>Prinsip-prinsip yang juga bisa diterapkan dalam keseharian misalnya dengan menerapkan Prinsip 4R yaitu:</p>
<ul>
<li>Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.</li>
<li>Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.</li>
<li>Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.</li>
<li>Replace ( Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dnegan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidka bisa didegradasi secara alami.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enina.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enina.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enina.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enina.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enina.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enina.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enina.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enina.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enina.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enina.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enina.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enina.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enina.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enina.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enina.wordpress.com&amp;blog=4817950&amp;post=6&amp;subd=enina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/daur-ulang-sampah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24de7417305fc1ffcd13652ad004a832?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">enina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.walhi.or.id/attachment/d016df19778a7c563cd1c99afe29c43a/26a3d53bd4d1ca54f0f77b2d6e935175/sam_nas_bgr_dpndprdbogor_2004_andi_150s.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Aksi Damai Tolak Bojong sebagai Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kromosom</title>
		<link>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/kromosom/</link>
		<comments>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/kromosom/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 04:55:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enina.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Kromosom Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari Gambar 1: Kromosom. (1) Kromatid. Salah satu dari dua bagian identik kromosom yang terbentuk setelah fase S pada pembelahan sel. (2) Sentromer. Tempat persambungan kedua kromatid, dan tempat melekatnya mikrotubulus. (3) Lengan pendek (4) Lengan panjang. Kromosom merupakan struktur makromolekul besar yang memuat DNA [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enina.wordpress.com&amp;blog=4817950&amp;post=3&amp;subd=enina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 class="firstHeading">Kromosom</h1>
<h3>Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas</h3>
<div id="jump-to-nav">Langsung ke: <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kromosom#column-one">navigasi</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kromosom#searchInput">cari</a></div>
<p><!-- start content --></p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:202px;"><a class="image" title="Kromosom. (1) Kromatid. Salah satu dari dua bagian identik kromosom yang terbentuk setelah fase S pada pembelahan sel. (2) Sentromer. Tempat persambungan kedua kromatid, dan tempat melekatnya mikrotubulus. (3) Lengan pendek (4) Lengan panjang." href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Chromosome.png"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/54/Chromosome.png" border="0" alt="Kromosom. (1) Kromatid. Salah satu dari dua bagian identik kromosom yang terbentuk setelah fase S pada pembelahan sel. (2) Sentromer. Tempat persambungan kedua kromatid, dan tempat melekatnya mikrotubulus. (3) Lengan pendek (4) Lengan panjang." width="200" height="287" /></a></p>
<div class="thumbcaption"><strong>Gambar 1:</strong> Kromosom. (1) <span style="color:#0000ff;">Kromatid</span>. Salah satu dari dua bagian identik kromosom yang terbentuk setelah <a title="Fase S" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fase_S">fase S</a> pada pembelahan sel. (2) <span style="color:#ff0000;">Sentromer</span>. Tempat persambungan kedua kromatid, dan tempat melekatnya mikrotubulus. (3) Lengan pendek (4) Lengan panjang.</div>
</div>
</div>
<p><strong>Kromosom</strong> merupakan struktur <a title="Makromolekul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makromolekul">makromolekul</a> besar yang memuat <a class="mw-redirect" title="DNA" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DNA">DNA</a> yang membawa <a title="Genetika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Genetika">informasi genetik</a> dalam <a title="Sel (biologi)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_%28biologi%29">sel</a>. DNA terbalut dalam satu atau lebih kromosom.</p>
<p>Sebuah kromosom (dalam <a title="Bahasa Yunani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Yunani">bahasa Yunani</a> <em>chroma</em> = warna dan <em>soma</em>= badan) adalah seberkas DNA yang sangat panjang dan berkelanjutan, yang terdapat banyak <a title="Gen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gen">gen</a> <a class="new" title="Sekuens regulator (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sekuens_regulator&amp;action=edit&amp;redlink=1">unsur regulator</a> dan <a class="new" title="Sekuens genetik (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sekuens_genetik&amp;action=edit&amp;redlink=1">sekuens nukleotida</a> lainnya.</p>
<p>Dalam kromosom <a title="Eukariota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eukariota">eukariota</a>, DNA yang tidak terkondensasi berada dalam struktur order-quasi dalam <a class="mw-redirect" title="Nukleus sel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nukleus_sel">nukleus</a>, dimana ia membungkus <a class="new" title="Histon (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Histon&amp;action=edit&amp;redlink=1">histon</a> (<a title="Protein" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protein">protein</a> struktural, Gambar 1), dan di mana material komposit ini disebut <a class="new" title="Chromatin (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Chromatin&amp;action=edit&amp;redlink=1">chromatin</a>. Selama <a title="Mitosis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mitosis">mitosis</a> (pembelahan sel), kromosom terkondensasi dan disebut kromosom <a class="new" title="Metafase (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metafase&amp;action=edit&amp;redlink=1">metafase</a>. Hal ini menyebabkan masing-masing kromosom dapat diamati melalui <a title="Mikroskop" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop">mikroskop</a> optik.</p>
<p>Setiap kromosom memiliki dua lengan, yang pendek disebut <strong>lengan p</strong> (dari <a title="Bahasa Perancis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Perancis">bahasa Perancis</a> <em>petit</em> yang berarti kecil) dan lengan yang panjang <strong>lengan q</strong> (q mengikuti p dalam alfabet).</p>
<p><a title="Prokariota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prokariota">Prokariota</a> tidak memiliki histon atau nukleus. Dalam keadaan santainya, DNA dapat diakses untuk <a title="Transkripsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Transkripsi">transkripsi</a>, regulasi, dan <a class="mw-redirect" title="Replikasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Replikasi">replikasi</a>.</p>
<p>Kromosom pertama kali diamati oleh <a class="new" title="Karl Wilhelm von Nägeli (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karl_Wilhelm_von_N%C3%A4geli&amp;action=edit&amp;redlink=1">Karl Wilhelm von Nägeli</a> pada <a title="1842" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1842">1842</a> dan ciri-cirinya dijelaskan dengan detil oleh <a class="new" title="Walther Flemming (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Walther_Flemming&amp;action=edit&amp;redlink=1">Walther Flemming</a> pada <a title="1882" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1882">1882</a>. Pada <a title="1910" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1910">1910</a>, <a title="Thomas Hunt Morgan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Thomas_Hunt_Morgan">Thomas Hunt Morgan</a> membuktikan bahwa kromosom merupakan pembawa <a title="Gen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gen">gen</a>.</p>
<h2><a title="Pengamatan Kromosom Raksasa Drosophila" rel="bookmark" href="http://iqbalali.com/2007/04/15/4/">Pengamatan Kromosom Raksasa Drosophila</a></h2>
<p><a title="kromosom.jpg" href="http://mochammadiqbal.files.wordpress.com/2008/01/kromosom.jpg"><img src="http://mochammadiqbal.files.wordpress.com/2008/01/kromosom.thumbnail.jpg?w=480" alt="kromosom.jpg" align="left" /></a>Kromosom merupakan molekul asam nukleat yang tersusun dari molekul DNA (mengandung sejumlah gen) yang tergabung dengan protein tertentu (bukan histon, pada makhluk hidup prokariot) atau bergabung dengan protein histon (pada makhluk hidup eukariot) dan memiliki kemampuan untuk melakukan replikasi sendiri. (Corebima, 1994). Pada sel-sel eukariot, selain ditemukan di dalam inti, kromosom juga ditemukan di dalam organel tertentu, misalnya kloroplas (tumbuhan) dan mitokondria. Struktur kromosom di dalam mitokondria makhluk hidup apapun berupa molekul DNA unting ganda yang melilit dan tidak berasosiasi dengan protein-protein semacam histon atau berupa molekul DNA unting DNA yang telanjang (Corebima, 1994). Berbeda dengan kromosom di dalam mitokondria, kromosom di dalam inti sel eukariot merupakan nucleoprotein yang terdiri dari DNA unting ganda yang berasosiasi dengan protein histon, protein non histon bahkan RNA (Gardner, 1991).<br />
Beberapa sel dari larva insekta tetentu mempunyai kromosom raksasa. Contoh insekta yang</p>
<p>memiliki kromosom raksasa adalah Drosophila melanogaster. Koromosom raksasa ini terdapat dalam sel kelenjar ludahnya (Kimball, 1990). Kromosom ini disebut kromosom raksasa karena sesungguhnya kromosom ini adalah kromosom interfase yang memiliki ukuran lebih panjang daripada kromosom metaphase sehingga kromosom ini dapat dilihat (pada fase interfase) dimana pada kondisi tersebut semua kromosom lain tidak terlihat. Kromosom raksasa dibentuk oleh peristiwa endomitosis, yaitu suatu replikasi yang menghasilkan banyak kromosom yang tidak terpisah satu dengan yang lain. Struktur kromosom raksasa ini tersusun atas pita terang dan pita gelap. Pita terang mengandung eukromatin dengan lilitan yang renggang sedangkan pita gelap mengandung heterokromatin dengan lilitan yang padat, mengalami kondensasi, dan berperan aktif dalam pembelahan. DNA umumnya terdapat pada pita-pita yang gelap (Kimball, 1990). Kromosom raksasa ini merupakan hasil duplikasi berulang-ulang dari kromosom tanpa disertai pembelahan sel. Duplikat-duplikat homolog ini baik paternal maupun maternal, terletak berdampingan secara sempurna, sehingga menghasilkan bentukan menyerupai kabel yang berserabut banyak. Pada kelenjar ludah Drosophila melanogaster setiap kromosom raksasa merupakan hasil sembilan siklus replikasi. Kromosom raksasa yang terdapat pada kelenjar ludah Drosophila melanogaster ini umumnya menyerupai kromosom raksasa dalam jaringan lainnya tetapi memiliki lokasi gembungan yang berbeda-beda.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enina.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enina.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enina.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enina.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enina.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enina.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enina.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enina.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enina.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enina.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enina.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enina.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enina.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enina.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enina.wordpress.com&amp;blog=4817950&amp;post=3&amp;subd=enina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/kromosom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24de7417305fc1ffcd13652ad004a832?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">enina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/54/Chromosome.png" medium="image">
			<media:title type="html">Kromosom. (1) Kromatid. Salah satu dari dua bagian identik kromosom yang terbentuk setelah fase S pada pembelahan sel. (2) Sentromer. Tempat persambungan kedua kromatid, dan tempat melekatnya mikrotubulus. (3) Lengan pendek (4) Lengan panjang.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mochammadiqbal.files.wordpress.com/2008/01/kromosom.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kromosom.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>profil</title>
		<link>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/profil/</link>
		<comments>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/profil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 04:35:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enina.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[nama : elfa nur aini kelas : XII IPA2 sekolah : MAN KEDIRI II alamat : rembang ngadiluwih kediri<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enina.wordpress.com&amp;blog=4817950&amp;post=28&amp;subd=enina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>nama : elfa nur aini</p>
<p>kelas : XII IPA2</p>
<p>sekolah : MAN KEDIRI II</p>
<p>alamat : rembang ngadiluwih kediri</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enina.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enina.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enina.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enina.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enina.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enina.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enina.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enina.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enina.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enina.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enina.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enina.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enina.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enina.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enina.wordpress.com&amp;blog=4817950&amp;post=28&amp;subd=enina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/profil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24de7417305fc1ffcd13652ad004a832?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">enina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pelangi</title>
		<link>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/pelangi/</link>
		<comments>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/pelangi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 04:30:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enina.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Warna-warni Pelangi Pelangi merupakan salah satu pemandangan indah yang jarang kita lihat. Jika dilihat, bentuk pelangi seperti busur di langit biru yang muncul karena pembiasan dari sinar matahari ketika hujan Kira-kira di mana ya pelangi bisa terlihat? Biasanya pelangi bisa dilihat di daerah pegunungan atau ketika mendung atau ketika hujan baru berhenti turun. Pelangi merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enina.wordpress.com&amp;blog=4817950&amp;post=16&amp;subd=enina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Arial Black;color:brown;font-size:medium;">Warna-warni Pelangi </span> <span style="font-family:Trebuchet MS;color:brown;font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS;color:brown;font-size:x-small;">Pelangi merupakan salah satu pemandangan indah yang jarang kita  lihat. Jika dilihat, bentuk pelangi seperti busur di langit biru  yang muncul karena pembiasan dari sinar matahari ketika hujan  Kira-kira di mana ya pelangi bisa terlihat? Biasanya  pelangi bisa dilihat di daerah pegunungan atau ketika mendung atau  ketika hujan baru berhenti turun. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;color:brown;font-size:x-small;"><img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/pelangi.gif" alt="" align="left" /> Pelangi merupakan satu-satunya gelombang elektromagnetik yang dapat   kita lihat. Ia terdiri dari beberapa spektrum warna. Teman-teman  bisa menyebutkan warna apa sajakah yang bisa kita lihat  pada pelangi tersebut? Ya, benar, di antara warna tersebut adalah  merah, kuning, hijau, biru, jingga, ungu dan sebenarnya ada  warna-warna lain yang tidak dapat kita lihat langsung dengan mata.  Warna merah memiliki panjang gelombang paling besar, sedangkan  violet memiliki panjang gelombang terkecil. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;color:brown;font-size:x-small;"><span style="font-family:trebuchet MS;color:brown;font-size:small;"><strong> Bagaimana pelangi terbentuk ? </strong></span> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;color:brown;font-size:x-small;">Coba kita amati ketika sinar matahari mengenai cermin siku-siku  atau tepi prisma gelas, atau permukaan buih sabun, kita melihat  berbagai warna dalam cahaya. Apa yang terjadi adalah cahaya  putih dibiaskan menjadi berbagai panjang gelombang cahaya yang  terlihat oleh mata kita sebagai merah, jingga, kuning, hijau,  biru, dan ungu. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;color:brown;font-size:x-small;">Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel,  tiap warna bernuansa dengan warna di sebelahnya. Pita ini  disebut &#8220;spektrum&#8221;. Di dalam spektrum, garis merah selalu  berada pada salah satu ujung dan biri serta ungu disisi lain,  dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;color:brown;font-size:x-small;"><img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/spektrum.gif" alt="" align="right" /> Ketika kita melihat pelangi, sama saja dengan ketika kita melihat  spektrum. Bahkan, pelangi adalah spketrum melengkung besar  yang disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari. Ketika cahaya matahari melewati tetesan air, ia membias seperti  ketika melalui prisma kaca. Jadi didalam tetesan air, kita  sudah mendapatkan warna yang berbeda memanjang dari satu sisi  ke sisi tetesan air lainnya. Beberapa dari cahaya berwarna ini  kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air,  kembali dan keluar lagi dari tetesan air. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;color:brown;font-size:x-small;">Cahaya keluar kembali dari tetesan air kearah yang berbeda,  tergantung pada warnanya. Dan ketika kita melihat warna-warna  ini pada pelangi, kita akan melihatnya tersusun dengan merah di  paling atas dan ungu di paling bawah pelangi. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;color:brown;font-size:x-small;">Pelangi hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari  bersinar, tapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat.  Posisi kita harus berada diantara matahari dan tetesan air dengan  matahari dibekalang kita. Matahari, mata kita dan pusat busur  pelangi harus berada dalam satu garis lurus. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS;color:brown;font-size:x-small;"><span style="color:green;font-size:xx-small;"> Sumber : 1002 Fakta dan Data (Elexmedia) dan sumber lainnya</span> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enina.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enina.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enina.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enina.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enina.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enina.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enina.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enina.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enina.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enina.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enina.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enina.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enina.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enina.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enina.wordpress.com&amp;blog=4817950&amp;post=16&amp;subd=enina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enina.wordpress.com/2008/11/21/pelangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24de7417305fc1ffcd13652ad004a832?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">enina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/pelangi.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/spektrum.gif" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
